Besok kamu masuk?
Tiba-tiba pesan wa itu masuk ketika otak ini sedang burn out. Tidak terpikirkan sebelumnya hanya lelah saja di kepala. Aku coba menuangkannya hanya dalam emotikon saja, tidak membawa hal-hal lain. Namun, pesan kamu masuk dan merubahnya dalam satu detik. Lalu apa selanjutnya? Tentu saja ada hal dan urusan sebentar bagi kamu dan untuk hanya sekedar menyapa dan seolah bilang bahwa kamu masih ada didunia ini.
Bagian dari kamu sudah ku uraikan perlahan dengan sejauh langkahku sampai saat ini. Melakukan hal-hal baru dalam setiap hariku. Aku menolak untuk melihat kebelakang dan memilih untuk diam. Riuh di pikiran, tapi mulut tertahan hingga akhirnya jemari ini yang bergerak untuk menyampaikan bahwa ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, tapi sulit bagiku untuk bicara.
Kembali kupikirkan, untuk apa aku bicara karena selama ini diam adalah pilihanku. Aku sudah berhenti sejak lama. Aku baru akan memulai kehidupan yang baru. Naik satu tingkat dari proses kehidupan ini. Jika datang nya pesan kamu adalah ujian keteguhan ku untuk diam. Maka lagi-lagi aku sudah paham betul kamu memang seperti itu. Datang tanpa aba-aba kemudian pergi lagi tanpa berucap apa-apa.
Sejenak aku menyadari, apakah aku yang terlalu berpikir? apakah aku yang terlalu berlebihan? Bukankah kita sepakat untuk memilih pergi hingga akhirnya kita tidak bisa bersama.
kemudian jika kedepannya begini lagi , pilihan ku tetap sama. aku sudah selesai sejak lama.

Komentar
Posting Komentar